Minggu, 19 Maret 2017

Contoh ERD dan Perintah DDL


Assalamualaikum wr. wb. dalam postingan kali ini saya akan memberikan tutorial mengenai pembuatan create table dalam oracle seperti yang telah saya dapatkan dari dosen desain basis data saya di matakuliah pertemuan 5 kemarin, oke langsung saja.

Panduan Membuat Table dalam Oracle

Di bawah ini adalah panduan dasar membuat table di database Oracle:

Gunakan nama yang jelas dan desktiptif untuk setiap table dan kolom.
Gunakan Komentar untuk table kolom yang mempunyai arti tertentu.
Normalisasi setiap table.
Gunakan tipe data yang sesuai dengan kolom.

Sintak Dasar DDL - Create Table

Untuk membuat table di database Oracle diperlukan hak akses/privilege CREATE TABLE atau CREATE ANY TABLE. Kalau user/schema tersebut tidak mempunyai privilege diatas, maka akan keluar error "insufficient privileges".

Untuk memberikan hak akses CREATE TABLE, anda bisa menggunakan perintah di bawah ini dengan menggunakan user SYS atau SYSTEM:
1GRANT CREATE TABLE To nama_user;

Langkah selanjutnya, anda tinggal membuat table sesuai dengan kebutuhan. Dibawah ini adalah sintak dasar untuk membuau table di database Oracle.
1CREATE TABLE nama_skema.nama_table (
2         kolom_1 tipe_data [null | not null],
3         kolom_2 tipe_data [null | not null],
4         kolom_n tipe_data [null | not null]
5     );

Contoh


Diketahui ERD PDM di atas, berikan perintah SQL untuk Create table MHS.
  • Untuk membuat table di Oracle, ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu:


    Login ke database oracle

    Silahkan anda login ke database Oracle menggunakan user yang telah anda buat menggunakan perintah di bawah ini pada SQLPlus command prompt.

    1conn (username_anda)/(password_anda)

  • Buat Table
    Sebagai contoh, kita buat table MHS dengan dengan spesifikasi berikut:
    Kolom
    Tipe Data
    Length
    nim
    number
    11
    nama
    varchar2
    30
    jurusan
    varchar2
    5

    Anda bisa membuat table diatas dengan menggunakan perintah dibawah ini pada SQLPlus . 

    1CREATE TABLE akademik.mhs(
    2    nim number(11),
    3    nama varchar2(30),
    4    jurusan varchar2(30)
    5);

Sekian dari postingan kali ini.

Salam, {16410100084, Ramadhany Krismaliq Sjamdra}
Email Mahasiswa : {16410100084@stikom.edu}
Prodi S1 Sistem Informasi
http://si.stikom.edu

Dosen : Titik Lusiani, M.Kom,OCP
http://blog.stikom.edu/lusiani
https://titiklusiani.wordpress.com
http://www.stikom.surabaya
Share:

Rekrutmen dan Seleksi


Pertemuan 5 Matakuliah Manajemen SDM (Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya)

1. Rekrutmen

A. Pengertian rekrutmen
Rekrutmen merupakan suatu cara mengambil keputusan perencanaan manajemen sumber daya manusia mengenai jumlah karyawan yang dibutuhkan, kapan diperlukan, serta kriteria apa saja yang diperlukan dalam suatu organisasi.

B. Tujuan rekrutmen

  1. Menyediakan sekumpulan calon tenaga kerja/karyawan yang memenuhi syarat;
  2. Agar konsisten dengan strategi, wawasan dan nilai perusahaan;
  3. Untuk membantu mengurangi kemungkinan keluarnya karyawan yang belum lama bekerja;
  4. Untuk mengkoordinasikan upaya perekrutan dengan program seleksi dan pelatihan;
  5. Untuk memenuhi tanggungjawab perusahaan dalam upaya menciptakan kesempatan kerja
C. Jenis rekrutmen dan sumber keryawan

Terdapat berbagai sumber karyawan yang umumnya dapat digunakan organisasi/perusahaan untuk melakukan perekrutan. Suatu organisasi dapat mengisi jabatan tertentu, baik dengan  orang yang ada di dalam organisasi yang telah siap untuk dipekerjakan  ataupun orang yang berasal dari luar organisasi. 

a). Sumber Internal

Pengisian lowongan jabatan/pekerjaan secara internal pada dasarnya dapat dilakukan melalui tiga cara, yaitu 1) melalui transfer, yaitu mentransfer seorang karyawan dari satu jabatan/pekerjaan ke jabatan/pekerjaan lain yang serupa dalam perusahaan yang sama; 2) melalui promosi, yaitu mempromosikan seorang karyawan dari suatu jabatan yang lebih rendah ke jabatan yang lebih tinggi tingkatannya; dan 3) melalui peningkatan (up grading), yaitu meningkatkan level pendidikan atau keahlian seorang karyawan yang pada saat ini memegang jabatan.
Adapun kebaikan dari sumber internal adalah :
1.      Tidak terlalu mahal.
2.      Dapat memelihara loyalitas dan mendorong motivasi karyawan yang ada.
3.      Karyawan telah terbiasa dengan suasana dan budaya perusahaan.
Sedangkan kelemahan dari sumber internal yaitu :
1.      Pembatasan terhadap bakat-bakat.
2.      Mengurangi peluang.
3.      Dapat meningkatkan puas diri.

b). Pekerja Sambilan (Part Time) dan Teman Karyawan

Pekerja sambilan ini dapat digunakan jika terdapat kekurangan pekerja dalam jangka pendek, atau jika tidak diperlukan pekerja dalam jumlah besar. Perusahaan dapat menawarkan pembayaran dengan berbagai macam tipe bonus pada pekerja sambilan tersebut di luar cara penggajian yang telah baku.

c). Refferals

Selain pekerja sambilan, perusahaan dapat memanfaatkan teman karyawan. Sebelum mencari calon karyawan di luar, banyak organisasi meminta karyawan yang ada pada saat ini mendorong teman atau familinya melamar lowongan yang ditawarkan organisasi tersebut. Beberapa organisasi bahkan menawarkan “honor penemuan (finders fee)” dalam bentuk insentif bagi yang berhasil menyerahkan calon karyawan yang berkualitas.

d). Perekrutan Eksternal

Apabila organisasi telah kehabisan pasokan pelamar internalnya, maka harus beralih kepada sumber eksternal untuk melengkapi tenaga kerjanya. Banyak metode tersedia untuk perekrutan eksternal, di antaranya melalui media advertensi, agen penempatan tenaga kerja, perusahaan pencari eksekutif, dan acara-acara khusus untuk perekrutan (special events recruiting).  

e). Perekrutan Lewat Kampus

Proses perekrutan lewat kampus ini sama dengan cara perekrutan lainnya. Dalam metode ini, suatu organisasi mengirim seorang karyawan (biasanya disebut perekrut) ke kampus untuk mewawancarai calon karyawan dan menjelaskan mengenai organisasi kepada para calon tersebut. Bersamaan dengan acara kunjungan tersebut, brosur dan buku-buku lain tentang organisasi dibagi-bagikan. Di samping itu, organisasi juga dapat mengadakan advertensi untuk menarik mahasiswa atau menyelenggarakan seminar dimana eksekutif perusahaan menyampaikan tentang berbagai hal yang dihadapi organisasi.

D. Metode-metode rekrutmen
Metode yang diterapkan pada proses rekrutmen akan berpengaruh sangat besar terhadap banyaknya lamaran yang masuk ke dalam perusahaan. Metode calon karyawan baru, dibagi menjad metode terbuka dan metode tertutup.
1.      Metode Terbuka
Metode terbuka adalah dimana rekrutmen diinformasikan secara luas dengan memasang iklan pada media masa baik cetak atau elektronik, ataupun dengan cara dari mulut ke mulut (kabar orang lain) agar tersebar ke masyarakat luas. Dengan metode terbuka ini diharapkan dapat menarik banyak lamaran yang masuk, sehingga kesempatan untuk mendapatkan karyawan yang qualified menjadi lebih besar.
2.      Metode Tertutup
Metode tertutup yaitu dimana rekrutmen diinformasikan kepada para karyawan atau orang tertentu saja. Akibatnya lamaran yang masuk relatif sedikit, sehingga kesempatan untuk mendapatkan karyawan yang baik akan semakin sulit.


2. Seleksi

A. Pengertian seleksi
Seleksi merupakan suatu proses dimana suatu organisasi memilih orang atau orang-orang yang terbaik dari suatu daftar pelamar yang memenuhi kriteria seleksi untuk posisi-posisi yang tersedia untuk diisi.

B. Tujuan seleksi
Seleksi merupakan proses yang sangat penting karena berbagai macam keahlian yang dibutuhkan oleh organisasi untuk mencapai tujuannya diperoleh dari proses seleksi. Proses seleksi akan melibatkan proses menduga yang terbaik (best-guest) dari pelamar yang ada. Seleksi penerimaan pegawai baru bertujuan untuk mendapatkan hal-hal berikut :
1.    Karyawan yang memiliki potensi
2.    Karyawan yang disiplin dan jujur
3.    Karyawan yang sesuai dengan tugas dan keahlian yang diperlukan
4.    Karyawan yang terampil
5.    Karyawan yang kreatif dan dinamis
6.    Karyawan yang loyal
7.    Mengurangi turnover karyawan
8.    Karyawan yang sesuai budaya organisasi
9.    Karyawan yang dapat bekerjasama di dalam perusahaan
10.  Karyawan yang mudah dikembangkan untuk masa depan

C. Kriteria dan langkah-langkah seleksi
Menurut Rivai (2011 : 161) proses seleksi adalah langkah-langkah yang harus dilalui oleh pelamar sampai akhirnya memperoleh keputusan ia diterima atau ditolak sebagai karyawan baru. Prosesini berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, proses tersebut pada umumnya meliputi evaluasi persyaratan, testing, wawancara, dan ujian fisik.
Perusahaan tertentu akan mengharapkan para pelamar yang datang memiliki prestasi yang memuaskan dalam pekerjaannya. Kriteria seleksi menurut Simamora (2004) pada umumnya dapat dirangkum dalam berbagai kategori, yaitu :
1.      Pendidikan
2.      Pengalaman kerja
3.      Tes mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kerja
4.      Pusat pelatihan
5.      Biodata
6.      Refrensi
Sedangkan langkah-langkah dalam seleksi yaitu :
1.      Seleksi surat-surat lamaran
2.      Pengisian blanko lamaran
3.      Pemeriksaan refrensi
4.      Wawancara pendahuluan
5.      Tes penerimaan
6.      Tes psikolog
7.      Tes kesehatan
8.      Wawancara akhir atasan langsung
9.      Memutuskan diterima atau ditolak
10.  Penempatan karyawan yang sesuai

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses seleksi
Simamora (2004) menjelaskan bahwa proses seleksi dibuat dan disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan kepegawaian suatu perusahaan atau organisasi. Ketelitian dari proses seleksi bergantung pada beberapa faktor, yaitu :
1.      Konsekuensi yang salah perhitungan
2.      Yang mampu mempengaruhi proses seleksi adalah kebijakan perusahaan dan sikap dari manajemen
3.      Waktu yang tesedia untuk mengambil keputusan seleksi yang cukup lama
4.      Pendekatan seleksi yang berbeda pada umumnya digunakan untuk mengisi posisi-posisi dijenjang yang berbeda didalam perusahaan
5.      Sektor ekonomi dimana individu akan dipilih baik swasta, pemerintah atau nirlaba dapat mempengaruhi proses seleksi

Sumber:
http://catatankecik.blogspot.co.id/2013/12/rekrutmen-dan-seleksi-sdm.html
http://rikietrianto.blogspot.co.id/2014/06/pengertian-proses-rekrutmen-dan-seleksi.html
http://www.insanperforma.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=143%3Arekrutmen-karyawan-definisi-tujuan-proses-dan-sistem-rekrutmen-&catid=38%3Anews&lang



Share:

Minggu, 12 Maret 2017

DDL, DML, dan Constraint

A. Data Definition Language (DDL)

DDL adalah sub perintah dari bahasa SQL yang digunakan untuk membangun kerangka sebuah database, dalam hal ini database dan table. Terdapat tiga perintah penting dalam DDL, yaitu CREATE, ALTER, DROP.

CREATE: perintah ini digunakan untuk membuat, termasuk di dalamnya membuat database baru, tabel baru view baru, dan kolom baru.
Contoh: CREATE DATABASE nama_database

ALTER: perintah ALTER berfungsi untuk mengubah struktur tabel yang telah dibuat. Mencakup di dalamnya mengubah nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom, dan memberikan atribut pada kolom.
Contoh: ALTER TABLE nama_tabel ADD nama_kolom datatype

DROP: perintah DROP berfungsi untuk menghapus database atau tabel.
Contoh: DROP DATABASE nama_database

B. Data Manipulation Language (DML)

DML adalah sub perintah dari bahasa SQL yang digunakan untuk memanipulasi data dalam database yang telah dibuat. Terdapat empat perintah penting dalam DML, yaitu INSERT, SELECT, UPDATE, dan DELETE.

INSERT: perintah ini digunakan untuk memasukkan data baru ke dalam sebuah tabel. Perintah ini tentu saja bisa dijalankan ketika database dan tabel sudah dibuat.

SELECT: perintah ini digunakan untuk mengambil dan menampilkan data dari tabel atau bahkan dari beberapa tabel dengan penggunaan relasi.

UPDATE: perintah update digunakan untuk memperbaharui data pada sebuah tabel.

DELETE: perintah delete digunakan untuk menghapus data dari sebuah tabel.

C. Constraint

Constraint adalah aturan atau batasan yang diterapkan di table untuk menjaga konsistensi dan integritas data. constraint bisa di definisikan bersamaan dengan CREATE TABLE atau setelah table dibuat menggunakan perintah ALTER TABLE … ADD CONSTRAINT. ada lima jenis constraint di ORACLE, yaitu primary key, Unique, Check, Not null, dan Foreign Key. Constraint sebaiknya diberi nama pada saat pendefinisian, karena jika tidak diberi nama akan diberi nama oleh sistem dengan diawali dengan SYS_Cn.



Mendefinisikan Constraint:

1. Primary Key, dalah kolom atau kombinasi beberapa kolom yang bisa menentukan dengan tepat ke satu baris data dalam tabel. contohnya adalah kolom id_pegawai pada tabel pegawai dan kolom kode_bag pada table bagian.

contoh pendefinisian primary key pada perintah CREATE TABLE
CREATE TABLE bagian (Kode_bag NUMBER(2) CONSTRAINT pk_bagian primary key, Nama_bag varchar(30));

contoh pendefinisian primary key untuk table yang sudah dibuat dengan perintah ALTER TABLE … ADD CONSTRAINT

ALTER TABLE pegawai ADD CONSTRAINT pk_pegawai primary key(id_pegawai);

2. Unique, untuk memastikan suatu kolom tidak boleh ada yang bernilai sama, misal kolom email pada table pegawai

ALTER TABLE pegawai ADD CONSTRAINT uq_email UNIQUE(email);

3. Check, untuk menentukan nilai yang diisikan kesuatu kolom, contohnya untuk menentukan gaji pegawai minimal RP. 1.000.000,-

ALTER TABLE pegawai ADD CONSTRAINT ck_gaji_1jt CHECK(gaji == 1000000);

4. Not Null, untuk memastikan bahwa suatu kolom harus diberi nilai tidak boleh dikosongkan. contohnya nama_pegawai dan nama_bag harus selalu di isi.
untuk constraint Not Null, berbeda cara pendefinisianya dengan constraint yang lain jika table sudah dibuat lebih dulu yaitu menggunakan  perintah ALTER TABLE … MODIFY

ALTER TABLE pegawai MODIFY (nama_pegawai NOT NULL);

5. Foreign Key, digunakan untuk membuat hubungan antartabel atau membuat rujukan dari satu kolom ke kolom yang lainya. contohnya adalah pendefinisian kolom kode_bag pada tabel pegawai yang selalu merujuk ke kolom kode_bag ditabel bagian.


ALTER TABLE pegawai ADD CONSTRAINT fk_kode_bag FOREIGN KEY (kode_bag) REFERENCES bagian(kode_bag);
Share:

Manajemen Talenta

Pertemuan 4 Matakuliah Manajemen SDM (Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya)

Pengertian manajemen talenta

Manajemen talenta (atau manajemen suksesi) adalah proses analisis , pengembangkan, dan pemanfaatan talenta yang berkelanjutan dan efektif untuk memenuhi kebutuhan bisnis. Hal ini melibatkan proses tertentu yang membandingkan talenta saat ini di suatu departemen dengan kebutuhan strategi bisnisnya. Hasil ini mengarah pada pengembangan dan implementasi strategi yang sesuai untuk mengatasi kesenjangan atau surplus talenta.

Identifikasi, pengembangan dan manajemen portfolio talenta – yaitu jumlah, tipe dan kualitas para karyawan yang akan mencapai sasaran operasional strategis perusahaan secara efektif. Fokusnya adalah pada pentingnya melakukan identifikasi terhadap portfolio talenta yangoptimal, dengan menghitung dampak investasi pada kemampuan perusahaan untuk mencapai sasaran strategik dan operasional yang sesuai atau melebihi dari yang diharapkan.

Pentingnya manajemen talenta

Manajemen talenta telah diidentifikasi sebagai strategi kunci untuk mengatasi sejumlah Masalah sumber daya yang sangat penting dalam pelayanan umum pada perusahaan, departemen, organisasi seperti; penuaan tenaga kerja dan tingkat pensiun yang meningkat, pasar tenaga kerja yang ketat, daya saing yang terbatas, perubahan cepat dalam pekerjaan, dan kebutuhan tenaga kerja yang beragam di semua tingkatan.

Proses utama manajemen talenta

1. Seleksi, Rekrutmen Bakat

Pada dasarnya ada dua cara untuk sumber talenta, yaitu: mengembangkannya dari internal organisasi, dan merekrut dan menyeleksi talenta dari luar organisasi . Dalam manajemen talenta program talenta yang kuat , merekrut dan memilih bakat sepenuhnya dari luar (eksternal), yang terintegrasi dengan pengembangan talenta dari dalam organisasi. Salah satu alasannya adalah setelah perekrutan, orang masih harus dikembangkan dari dalam organisasi. Salah satu alasannya adalah setelah perekrutan, orang masih harus dikembangkan jika mereka ingin menjaga keterampilannya saat ini dan berhasil dipersiapkan untuk masa depan, dan menuntut tanggung jawab lebih besar. Sebaik-baiknya proses pengembangan karyawan bertalenta tidak akan berhasil maksimal dalam menciptakan pimpinan perusahaan bila ’bahan baku’ dalam proses rekrutmennya tidak dapat menyaring karyawan bertalenta.

2. Pengembangkan Karyawan

Langkah 7 berfokus pada penutupan kesenjangan . Sebenarnya ada dua kesenjangan yang menjadi kepentingan. Pertama kesenjangan kinerja. Kesenjangan kinerja adalah perbedaan antara kinerja aktual saat ini dan hasil yang diinginkan. Jika individu tidak melakukan kinerja yang efektif dalam pekerjaannya saat ini, dia biasanya dianggap tidak dapat dipromosikan. Sebaliknya, upaya dilakukan untuk meningkatkan pekerjaan saat ini pada tingkat kinerja yang dapat diterima.Kedua, kesenjangan pengembangan. Kesenjangan pengembangan adalah perbedaan antara kompetensi individu sekarang ini dan kompetensi yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan secara efektif di tingkat yang lebih tinggi.

3. Mempertahankan Talenta Terbaik

Setelah orang-orang berbakat direkrut, dipilih, dan dikembangkan, mereka harus juga menjadi fokus dari upaya retensi. Para pengambil keputusan memerlukan banyak waktu dan upaya untuk membuat strategi retensi terencana.

Kegiatan-kegiatan untuk memastikan retensi dan stabilisasi bakat dalam organisasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen talenta. Individu-individu bertalenta tidak harus meninggalkan organisasi karena kepergiannya biasanya berdampak luar biasa pada operasi organisasi dalam hal jumlah pegawai bertalenta akan berkurang.

Diantara faktor-faktor yang mempengaruhi retensi talenta dalam organisasi adalah tawaran pekerjaan yang menarik dan berharga, kepastian kesempatan untuk pendidikan dan pengembangan, dan kemajuan profesional, menghormati keseimbangan antara kehidupan profesional dan pribadi, tawaran peran kerja yang fleksibel, tawaran kondisi kualitas kerja dan peralatan, penyediaan rasa pengakuan dan penghargaan, tawaran remunerasi yang memadai dan baru-baru ini juga mendapatkan alasan untuk pendekatan tanggung jawab sosial organisasi.
Fakta-fakta yang disebutkan di atas membuat tawaran berharga untuk individu berbakat yang menandai bahwa nilai-nilai yang logis akan diamati dalam organisasi. Karyawan mengharapkan kepemimpinan yang baik , kebebasan dan otonomi , insentif kerja, peluang bagi kemajuan profesional dalam karirnya dan remunerasi yang memadai.

Elemen lain manajemen talenta meliputi:

Perencanaan tenaga kerja – yang disengaja dan strategis proyeksi dan perencanaan akses ke bakat (baik internal maupun eksternal) dengan keterampilan, pengetahuan, dan perilaku penting untuk pencapaian tujuan strategis.

Merekrut- Kemampuan untuk berhasil menarik dan mempekerjakan bakat kunci untuk kebutuhan organisasi saat ini dan masa depan melalui iklan berbasis kompetensi dan upaya wawancara.

Onboarding – Proses untuk mengaklimasi karyawan baru dan memastikan bahwa mereka cepat merasa disambut, dan dihargai oleh organisasi. Proses ini memungkinkan karyawan baru untuk menjadi anggota produktif organisasi, yang memahami harapan untuk peran pekerjaan mereka. Onboarding melampaui tradisional “orientasi” program yang berfokus terutama pada pengelolaan kebijakan, bentuk, dan prosedur.

Perencanaan tujuan yang strategis & keselarasan – Proses pengembangan dan pelaksanaan rencana untuk mencapai tujuan jangka panjang organisasi dan tujuan. Ini adalah peta jalan untuk memimpin sebuah organisasi dari mana sekarang ke tempat itu ingin berada di 3-5 tahun.

Manajemen kinerja – Sebuah berkelanjutan, proses terus-menerus berkomunikasi dan menjelaskan tanggung jawab pekerjaan, prioritas, ekspektasi kinerja, dan perencanaan pembangunan yang mengoptimalkan kinerja individu dan sejalan dengan tujuan strategis organisasi.

360 ° penilaian – umpan balik 360 derajat adalah alat penilaian yang menyediakan pimpinan fakultas dan staf dengan umpan balik tentang kinerja mereka. Supervisor, teman sekerja, dan menjawab pertanyaan berdasarkan persepsi mereka dan pengamatan keterampilan dan atribut pemimpin.

Eksekutif coaching- Hubungan membantu antara klien dan konsultan, yang menggunakan berbagai macam teknik perilaku dan metode, untuk membantu klien untuk mencapai tujuan yang saling diidentifikasi untuk meningkatkan kinerja profesional dan kepuasan pribadi dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas klien organisasi.

Pengembangan kepemimpinan- Disengaja kegiatan tujuan-driven yang meningkatkan kualitas kemampuan atau sikap dalam suatu individu atau organisasi kepemimpinan. Klik di sini untuk mempelajari lebih lanjut tentang peluang pengembangan kepemimpinan

Pengembangan profesional- Proses tujuan pelatihan membangun dan rencana yang memiliki pranala ke pencapaian tujuan individu, perencanaan karir, dan kemungkinan perencanaan suksesi.

Membangun Karir- Bagaimana struktur organisasi kemajuan karir para anggotanya, dan proses individu untuk mengidentifikasi peluang kerja dalam struktur organisasi, dan langkah-langkah berurutan dalam pendidikan, keterampilan, dan pengalaman-bangunan yang diperlukan untuk mencapai tujuan karir tertentu.

Program Penghargaan – Sebuah metode mengakui, menghormati, mendorong, dan mendukung individu dan tim yang berkontribusi, melalui perilaku dan tindakan, untuk keberhasilan organisasi.

Kompensasi – Sebuah cara untuk menghargai individu untuk prestasi penting kerja, kontribusi untuk tujuan universitas, dan peningkatan keterampilan dan kompetensi dalam pekerjaan mereka.

Suksesi manajemen- manajemen Suksesi adalah suatu proses untuk mengidentifikasi dan mengembangkan personil internal dengan potensi untuk mengisi posisi kunci organisasi atau kritis. Suksesi manajemen menjamin ketersediaan karyawan yang berpengalaman dan mampu yang disiapkan untuk mengambil peran ini karena mereka menjadi tersedia.

Keterlibatan – Sejauh mana karyawan berkomitmen untuk tujuan dan nilai-nilai organisasi mereka, termotivasi untuk memberikan kontribusi bagi keberhasilan organisasi, dan mampu pada saat yang sama untuk meningkatkan rasa mereka sendiri kesejahteraan.

Kompetensi – Mereka perilaku terukur, karakteristik, kemampuan dan kepribadian yang mengidentifikasi karyawan yang berhasil melawan peran didefinisikan dalam sebuah organisasi

Retensi – Sebuah upaya sistematis difokuskan tidak hanya pada mempertahankan pemain berbakat organisasi tetapi juga untuk menciptakan dan menciptakan lingkungan kerja yang ramah dan budaya-retensi tinggi. Hasil akhirnya adalah sebuah organisasi yang beroperasi lebih efektif dan efisien, sementara menjadi tempat yang bagus untuk bekerja.
Share:

Senin, 06 Maret 2017

ERD dan PDM

Catatan Tugas ke-3 Desain Basis Data (Institut Bisnis dan Informatika Surabaya)

A.    Entity Relationship Diagram (ERD)

Pengertian dari ERD (Entity Relationship Diagram) adalah suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
ERD untuk memodelkan struktur data dan hubungan antar data, untuk menggambarkannya digunakan beberapa notasi dan simbol.

Pada dasarnya ada tiga komponen yang digunakan, yaitu :

1. Entitas
Entiti merupakan objek yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol dari entiti ini biasanya digambarkan dengan persegi panjang.

2. Atribut
Setiap entitas pasti mempunyai elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendes-kripsikan karakteristik dari entitas tersebut. Isi dari atribut mempunyai sesuatu yang dapat mengidentifikasikan isi elemen satu dengan yang lain. Gambar atribut diwakili oleh simbol elips.
Atribut Key
Atribut Key adalah satu atau gabungan dari beberapa atribut yang dapat membedakan semua baris data ( Row/Record ) dalam tabel secara unik. Dikatakan unik jika pada atribut yang dijadikan key tidak boleh ada baris data dengan nilai yang sama
Contoh : Nomor pokok mahasiswa (NPM), NIM dan nomor pokok lainnya
Atribut simple
atribut yang bernilai atomic, tidak dapat dipecah/ dipilah lagi
Contoh : Alamat, penerbit, tahun terbit, judul buku.
Atribut Multivalue
nilai dari suatu attribute yang mempunyai lebih dari satu (multivalue) nilai dari atrribute yang bersangkutan
Contoh : dari sebuah buku, yaitu terdapat beberapa pengarang.
Atribut Composite
Atribut composite adalah suatu atribut yang terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil yang mempunyai arti tertentu yang masih bisah dipecah lagi atau mempunyai sub attribute.
Contoh : dari entitas nama yaitu nama depan, nama tengah, dan nama belakang
Atribut Derivatif
Atribut yang tidak harus disimpan dalam database Ex. Total. atau atribut yang dihasilkan dari atribut lain atau dari suatu relationship. Atribut ini dilambangkan dengan bentuk oval yang bergaris putus-putus

3. Hubungan / Relasi
Hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Derajat relasi atau kardinalitas rasio Menjelaskan jumlah maksimum hubungan antara satu entitas dengan entitas lainnya

One to One (1:1)
Setiap anggota entitas A hanya boleh berhubungan dengan satu anggota entitas B, begitu pula sebaliknya.
One to many (1:M / Many)
Setiap anggota entitas A dapat berhubungan dengan lebih dari satu anggota entitas B tetapi tidak sebaliknya.
Many to Many (M:M)
Setiap entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas himpunan entitas B dan demikian pula sebaliknya

Berikut adalah komponen yang dipakai dalam ERD:

B. Physical Data Model (PDM)


Physical Data Model atau yang biasa disebut PDM. PDM merupakan representasi fisik dari database yang akan dibuat dengan mempertimbangkan DBMS yang akan digunakan. PDM dapat dihasilkan (di-generate) dari CDM yang valid. PDM dalam penerapannya dapat di samakan dengan Skema Relasi yang fungsinya adalah memodelkan struktur fisik dari suatu basis data. PDM memperlihatkan struktur penyimpanan data yang benar pada basis data yang digunakan sesungguhnya.
Share:

Contoh kasus Organisasi yang menerapkan Basis Data

Catatan Tugas ke-2 Desain Basis Data (Institut Bisnis dan Informatika Surabaya)

A.    Organisasi Yang Menerapkan Basis Data

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir didirikan pada tanggal 26 November 1990 oleh H. Soeprapto Suparno. Perusahaan ini dirintis sebagai sebuah divisi dari PT Citra van Titipan Kilat (TiKi) untuk mengurusi jaringan kurir internasional.

Bermula dengan delapan orang dan kapital 100 juta rupiah, JNE memulai kegiatan usahanya yang terpusat pada penanganan kegiatan kepabeanan, impor kiriman barang, dokumen serta pengantarannya dari luar negeri ke Indonesia.


B. Cara Pengelolaannya

PERANCANGAN PROSES
1. Sistem dapat melakukan pendataan user, paket, kota, dan transaksi.
2. Sistem dapat menampilkan laporan data paket, kota dan transaksi. Pada laporan transaksi dibagi menjadi laporan parameter kota, laporan parameter jenis barang dan cetak kwitansi untuk pengirim dan penerima.
3. Admin dapat mengakses data user, paket, kota, dan transaksi.
4. Operator dapat mengakses data transaksi.
5. Hak akses admin dan operator meliputi tambah, edit, hapus, caridata dan lihat laporan.

Dari gambaran proses diatas dapat diketahui kesatuan luar, data masukan dan data keluaran dari sistem informasi pengiriman paket dan dokumen pada PT. TIKI - JNE Tingkat Operasional antara lain:

1. Kesatuan Luar
a. Admin adalah pemilik PT. TIKI - JNE Tingkat Operasional yang memiliki hak akses paling luas. Meliputi hak akses user, paket, kota dan transaksi.
b. Operator adalah operator PT. TIKI - JNE Tingkat Operasional yang memiliki hak akses untuk mengelola data transaksi.

2. Data Masukan
Data masukan meliputi data user, paket, kota, dan transaksi.

3. Data Keluaran
Data keluaran meliputi laporan paket, kota dan transaksi.


FLOWCHART SISTEM

RELATIONSHIP TABEL TIKI – JNE Tingkat Operasional
FORM LOGIN
Form login adalah tampilan awal yang Form Login adalah tampilan awal yang akan muncul jika kita menjalankan program. Disini ada 2 pengguna. Yaitu admin dan operator. Admin adalah pemilik PT. TIKI - JNE Tingkat Operasional. Sedangkan operator adalah pegawai Tiki Gerai 10 Yogyakarta. Jika admin memasukkan login maka akan masuk data yang bisa diakses admin. Sedangkan jika operator login maka akan masuk data yang akandiakses operator.

FORM HALAMAN HOME
Form Halaman Home adalah halaman yang akan muncul saat kita sudah melakukan login. Ketika yang login admin maka akan masuk data yang bisa diakses admin. Sedangkan jika yang login operator maka akan masuk data yang diakses operator. Perbedaan admin dan operator disini admin bisa mengakses data user, paket, kota dan transaksi. Sedangkan jika operator login maka langsung mengakses data transaksi.

IMPLEMENTASI SISTEM

Implementasi sistem informasi pengiriman paket dan dokumen ini menggunakan bahasa pemrograman PHP dan basis data MySQL.
Share:

Pemanfaatan, dan Pemakai Basis Data serta Jenis Media Penyimpanan

Catatan Tugas ke-1 Desain Basis Data (Institut Bisnis dan Informatika Surabaya)

A.    Pemanfaatan Basis Data

Basis Data (Database), merupakan kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file lain sehingga membentuk suatu bangunan data. Suatu basis data dapat memiliki beberapa sub basis data. Setiap basis data dapat berisi data seperti file dan tabel database.
Suatu basis data dapat disimpan, diubah, dan diambil kembali dengan suatu pengolahan. Namun pengolahan basis data tidak dapat dilakukan secara langsung oleh seorang user (pengguna database), akan tetapi ditangani oleh suatu aplikasi yang disebut DBMS (Database Management System).
Tujuan utama dalam pengolahan data dalam sebuah basis data adalah agar user dapat memperoleh data yang dicari dengan mudah dan cepat. Pemanfaatan Basis Data memungkinkan user untuk dapat menyimpan data atau melakukan perubahan ( manipulasi ) dan menampilkan kembali data tersebut dengan cepat dan mudah, dari pada user menyimpan data secara manual. Dengan basis data penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan karena user dapat melakukan penekanan jumlah pengulangan data dengan menerapkan sejumlah pengkodean. Pemanfatan pengkodean atau pembentukan relasi antar data dengan penerapan aturan atau batasan tipe data dapat diterapkan dalam basis data yang berguna untuk menentukan ketidakakuratan pemasukan atau penyimpanan.
Dalam sejumlah aplikasi pengelolah basis data tidak menerapkan aspek keamanan dalam penggunaan basis data. Tetapi untuk sistem yang besar dan serius, aspek keamanan juga dapat diterapkan. Dengan begitu user dapat menentukan siapa yang boleh menggunakan basis data tersebut dan menentukan jenis operasi-operasi apa saja yang boleh dilakukan.
Apabila ada perubahan data pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan itu berlaku untuk keseluruhan Data dapat dipakai secara bersama-sama oleh beberapa aplikasi (secara batch maupun on-line) pada saat bersamaan. Dengan adanya pengontrolan yang terpusat maka DBA dapat menerapkan standarisasi data yang disimpan sehingga memudahkan pemakaian, pengiriman maupun pertukaran data.



B.     Pemakai Basis Data

Dalam penggunaannya, pemakai basis data antara lain adalah
1.      System Enginer, seorang yang bertanggung jawab atas instalasi sistem basis data, dan melakukan update, serta melaporkan kesalahan sistem dari tersebut kepada pihak penjual.
2.      Database Administrator (DBA), seorang yang mempunyai akses control sistem basis data secara menyeluruh, memprediksi kebutuhan basis data, merencanakanya dan mengaturnya.
3.      End User, seorang pemakai sistem basis data yang menggunakan basis data sebagai tempat menyimpan, memanggil, dan mengedit data dengan bantuan software permanen



C.    Jenis-jenis Media Penyimpanan Data

Media Penyimpanan Data adalah alat penyimpan data yang berfungsi sebagai alat / media untuk menyimpan data dan program dimana data / program yang disimpan tersebut bisa dibaca dan dibuka kembali untuk diproses kembali di komputer atau laptop. Media Penyimpanan Komputer tersebut mempunyai berbagai macam media nya, tetapi dalam komputer alat penyimpanan komputer tersebut hanya mempunyai 3 kategori media penyimpanan data saja yaitu sebagai berikut :
  1. Media Penyimpanan Magnetik (Magnetik Storage Media)
Media Penyimpanan Magnetik merupakan media penyimpanan yang termasuk ke dalam penyimpanan sekuder (secondary storage) yang paling banyak dipakai pada sistem komputer modern.
Contoh: Hardisk, Disket, Flasdisk, Memory Card, Zip Drive
  1. Media Penyimpanan Optical (Optical Disk)
Media Penyimpanan optical adalah media yang menyimpan data komputer yang dapat ditulis dan dibaca dengan menggunakan laser bertenaga rendah.
Contoh: CD-R, CD-RW, DVD-R, DVD-RW.
  1. Media Penyimpanan Awan (Cloud Storage)
Penyimpanan Awan merupakan media yang masih tergolong baru, media ini bersifat online dan tidak menggunakan kapasitas data memori pada perangkat karena mereka menggunakan penyimpanan yang terdapat pada Internet.

Contoh: Google Drive, kumpulbagi, usercloud
Share:

Minggu, 05 Maret 2017

Perilaku dalam Organisasi, dan Human Resource Manajement


Pertemuan 2-3 Matakuliah Manajemen SDM (Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya)


Perilaku dalam Organisasi

Hal-hal yang mempengaruhi perilaku seorang individu dalam organisasi meliputi:

1. Presepsi
Suatu proses dimana individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungan di sekitar mereka. Namun, apa yang kita rasakan dapat secara substansial berbeda dari realitas objektif.

Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi

 Faktor situasi :

  • Waktu
  • Lingkungan kerja
  • Lingkungan sosial

  Faktor target :

  • Hal hal baru (Novelty)
  • Pergerakan
  • Ukuran
  • Suara
  • Latar belakang
  • Persamaan
  • Kemungkinan


Faktor penerima :

  • Sikap
  • Motivasi
  • Ketertarikan
  • Pengalaman
  • Dugaan
Persepsi itu tidak datang secara tiba-tiba, tetapi melalui sebuah proses dan proses untuk menimbulkan persepsi itu berbeda-beda untuk setiap orang.Karakteristik pribadi yang mempengaruhi persepsi meliputi sikap, kepribadian, motif, minat, pengalaman masa lalu dan harapan-harapan seseorang. Target dilihat secara khusus, hubungan sebuah target dengan latar belakang juga mempengaruhi persepsi seperti hanya kecenderunagn kita untuk mengelompokkan hal-hal yang dekat dan hal-hal yang mirip.

Persepsi Seseorang : Membuat Penilaian Mengenai Orang Lain

Teori Atribusi
Sebuah usaha untuk menjelaskan apakah perilaku individu disebabkan oleh penyebab internal atau eksternal.Hal ini menunjukkan bahwa saat kita mengamati perilaku individu, kita mencoba untuk menentukan apakah hal tersebut disebabkan oleh faktor internal atau eksternal.Yang dimaksud dengan faktor internal adalah apabila kita meyakini bahwa tingkah laku seseorang muncul dari dirinya sendiri bukan didorong lingkungannya.Sedangkan faktor eksternal diyakini sebagai kegiatan yang dilakukan seseorang karena adanya tekanan situasi.

Cara cepat yang umumnya digunakan dalam menilai seseorang:

  • Persepsi Selektif
Sebuah proses penyaringan persepsi berdasarkann kepentingan, latar belakang dan sikap. Memungkinkan pengamat untuk menarik kesimpulan yang tidak beralasan dari situasi yang ambigu.
  • Halo effect
adalah penilaian seseorang berdasarkan pendapat pribadi yang dilakukan secara sepintas/singkat dipengaruhi oleh penampilan pertama atau kesan pertama yang melekat pada orang yang dinilai. Halo effect ini dapat mempengaruhi evaluasi dan estimasi penilaian seseorang kepada orang yang dinilai.
  • Contrast effect
adalah evaluasi karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan dengan orang lain yang baru-baru ini ditemui yang peringkatnya lebih tinggi atau lebih rendah pada karakteristik yang sama.
  • Stereotyping
adalah cara pandangan dan penilaian kepada seseorang didasarkan pada sifat atau penilaian terhadap kelompok yang dianut oleh orang tersebut. Atau penilaian terhadap orang dari penampilan atau latar belakangnya.Jalan pikiran stereotype diambil untuk menyederhanakan dugaan-dugaan yang rumit dalam pengamatan secara cepat. Stereotype dapat mendarah daging dan cukup kuat untuk mempengaruhi keputusan hidup dan mati.Masalah dari stereotype ini seringkali terlalu generalisasi sehingga tidak dapat melihat kebenarannya.Jadi kita harus konstan mengecek ketidakadilan dalam menilai.



2. Nilai
Merupakan keyakinan dasar yang menjadi dasar sikap dan perilaku seseorang. Nilai terbagi menjadi dua, yaitu :
  1. Terminal Values. Nilai yang ingin dicapai, atau yang menjadi tujuan akhir
  2. Instrument Values. Nilai-nilai atau sesuatu yang digunakan untuk mencapai tujuan yang diinginkan (terminal values)
Job Satisfaction
hasil yang didapatkan seseorang atau seorang pekerja dari persepsi pribadi mereka atas pekerjaan yang mereka lakukan dan tingkatan dimana ada kesesuaian yang baik antara individual dan organisasi
Ada beberapa teori tentang determinan-determinan yang membuat kepuasaan kerja, yaitu :
  • Fulfillment theory (teori pemenuhan)
Kepuasaan kerja adalah fungsi dari kebutuhan. Kebutuhan disini diartikan sebagai kekurangan atau kekosongan batiniah yang bersifat psikologis dan fisiologis yang tidak dapat dipantau atau kekosongan batiniah yang harus diisi
  • Reward theory (teori imbalan)
Kepuasaan kerja adalah fungsi dari imbalan yang diterima seseorang baik mengenai jumlah, maupun  kapan waktu diterimanya
  • Disperancy theory
Kepuasaan kerja dipengaruhi oleh harapan dari pekerja. Kepuasan kerja merupakan akibat dari perbandingan antara apa yang diharapkan untuk diterima dan apa yang nyata diterima
  • Equity theory (teori keadilan)
Kepuasan kerja dipengaruhi oleh bagaimana seseorang akan memperbandingkan dengan orang lain mengenai pengorbanan dan hasil

Share: