Tampilkan postingan dengan label S1 Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label S1 Sistem Informasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 November 2018

Apa Itu Socket ?

Socket adalah mekanisme komunikasi untuk pertukaran data antar aplikasi yang terdapat di dalam sebuah mesin maupun beda mesin dan pertukaran ini terjadi pada sebuah jaringan komputer.
Untuk membangun sebuah aplikasi yang berbasis socket, kita dapat menggunakan 2 jenis socket yang berbeda yaitu :

TCP Socket

menggunakan konsep connection oriented dan reliable data transfer sehingga aplikasi yang dibangun dengan TCP Socket tidak mempedulikan lama waktu sebuah pengiriman data akan tetapi sangat mementingkan ketepatan data. Konsep connection oriented adalah suatu proses pengiriman data disertai dengan tanggung jawab sehingga ketika data sampai pada tujuan akan ada pemberitahuan atau jika terjadi kesalahan pada saat pengiriman data maka data tersebut akan dikirim kembali ke tujuannya. Konsep reliable data transfer adalah sebuah proses pengiriman data dengan menggunakan nomor urut sehingga pada saat diterima, data akan tersusun berdasarkan nomor urut tersebut.

UDP Socket 

 menggunakan konsep connectionless oriented dan unreliable data transfer sehingga aplikasi yang dibangun dengan UDP Socket tidak mementingkan ketepatan data tetapi lebih mementingkan akan delay waktu pada saat proses pengiriman data. Konsep connectionless oriented adalah suatu proses pengiriman data tidak disertai dengan tanggung jawab sehingga jika terjadi kesalahan pada saat proses pengiriman maka data tersebut tidak akan dikirim ulang ke tujuan. Konsep unreliable data transfer adalah sebuah proses pengiriman data dalam bentuk datagram tanpa nomor urut.

Sumber: TCP/UDP
Share:

Mengenal HTTP

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) 

HTTP merupakan istilah yang diberikan pada sebuah protokol dan dipergunakan untuk mengirimkan dokumen dari WWW (World Wide Web). HTTP dapat pula diartikan sebagai protokol jaringan untuk pendistribusian sistem informasi hypermedia secara kolaboratif.

Protokol HTTP sendiri pertama kali digunakan pada sekitaran tahun 1990. Saat itu, yang dipakai adalah HTTP versi 0,9 yang masih berupa mentahan protokol transfer data. Artinya, data dikirimkan tanpa melihat tipe dokumen yang dikirimkan. Lalu sekitar 6 tahun kemudian pada 1996, terdapat perkembangan dari protokol HTTP sehingga berubah menjadi HTTP versi 1.0. Versi ini masih terus dikembangkan hingga pada 1999 diluncurkan versi 1.1 yang sudah berhasil mengakomodasi proxy, cache,serta koneksi yang persisten.

Mungkin Anda pun telah menyadari bahwa HTTP selalu muncul di setiap alamat halaman website. Memang betul bahwa setiap layanan web menggunakan protokol HTTP untuk dapat berjalan. Namun terdapat pula protokol HTTPS yang merupakan variasi dari HTTP, yang akan dibahas perbedaannya dengan HTTP pada poin selanjutnya.

Fungsi Utama Protokol HTTP

Fungsi utama dari protokol HTTP sebenarnya cukup sederhana, yaitu untuk mengkomunikasikan satu komputer dengan lainnya. Protokol sendiri bisa diibaratkan seperti perintah yang wajib dijalankan setiap komputer agar dapat mengirim dan menerima pesan. Selain HTTP, terdapat jenis protokol lainnya seperti SMTP, FTP, IMAP atau POP3. Hanya saja, HTTP lah yang paling banyak digunakan dan cukup populer.

Selain itu, HTTP juga berfungsi untuk menentukan bagaimana sebuah data atau pesan dapat ditransmisikan maupun diformat menjadi bentuk yang dapat merespon browser untuk menampilkan data-data tersebut. Internet Engineering Task Force bekerja sama dengan World Wide Web Consortium untuk pengembangan HTTP, sehingga dapat berfungsi untuk mengambil interlink dokumen teks yang disediakan web serta untuk mendapatkan akses sumber daya melalui web dengan menggunakan URL (Uniform Resource Locator).

Cara kerja HTTP

Pada intinya, dalam kasus HTTP, client terlebih dahulu melakukan permintaan data kepada server, lalu kemudian server mengirimkan respon berupa file HTML yang ditampilkan dalam browser, ataupun data lainnya yang diminta oleh klien.

  1. Pertama-tama, komputer klien (HTTP klien) membuat sambungan, lalu mengirimkan permintaan dokumen ke web server.
  2. HTTP server kemudian memproses permintaan klien, sementara itu, HTTP klien menunggu respon dari server tersebut.
  3. Web server merespon permintaan dengan kode status data, lalu barulah menutup sambungan ketika telah selesai memproses permintaan.


Sumber: WikipediaPerbedaan HTTP dan HTTPS
Share:

Konektivitas Dalam Smartphone Device Android


Koneksi jaringan pada perangkat smartphone dan tablet terfokus koneksi tanpa kabel, meski beberapa koneksi masih tetap menggunakan kabel tapi penggunaannya terbatas pada koneksi langsung ke perangkat komputer.  Memahami jenis koneksi pada perangkat gadget yang kita miliki akan semakin meningkatkan kemampuan kita dalam memanfaatkan teknologi yang ditawarkan oleh perangkat tersebut sehingga memudahkan kita dalam memaksimalkan kemampuan perangkat smartphone atau tablet yang kita miliki.

Kemampuan sebuah perangkat untuk terkoneksi ke jaringan data baik dalam skala kecil maupun global merupakan harga mati, smartphone atau tablet tanpa koneksi internet sama saja dengan sebuah handphone generasi pertama  yang di jaman sekarang biar dijual murah pun jarang ada yang berminat.

Koneksi jaringan data pada perangkat smartphone atau tablet secara umum terbagi atas dua yaitu melalui kabel dan tanpa kabel.

Wired (Menggunakan Kabel)

Koneksi data dengan kabel biasanya menggunakan konektor USB atau mini USB, kelemahan koneksi data ini pada smartphone adalah sangat terbatas pada koneksi antara smartphone dan tablet dengan komputer PC atau laptop. Kelebihan koneksi kabel adalah kecepatan transfer datanya yang tinggi dan stabil di samping itu bisa berfungsi sebagai battery charger.

Wireless (Tidak Menggunakan Kabel)

Bluetooth

Koneksi Bluetooth pemakainnya terbatas karena daya jangkaunya yang terbatas, hanya sekitar 3 meter. Meski demikian koneksi Bluetooth masih cukup handal untuk dipakai mengirim atau berbagi file dengan sesame perangkat dalam jarak yang dekat, konek ke perangkat yang tersedia koneksi Bluetoothnya, seperti printer dan sebagainya. Tidak seperti infrared, Bluetooth tidak memerlukan posisi yang sejajar dari unit yang saling berhubungan.

Bluetooth Low Energy

BLE bukannya mempunyai batasan, teknologi ini hanya bisa digunakan untuk jarak yang relatif dekat sekitar 100 meter sehingga untuk aplikasi indoor atau rumahan akan sangat cocok dipakai. Jadi apa sebenarnya Bluetooth LE ini? Bluetooth LE adalah protokol terbaru dari bluetooth dan merupakan bagian dari protokol yang lebih besar yaitu Bluetooth 4.0, spec ini mencakup Bluetooth LE, Bluetooth High Speed dan juga Bluetooth klasik.

Keunggulan Bluetooth LE dibandingkan Bluetooth klasik adalah konsumsi energi listrik dari BLE untuk transfer data jauh lebih kecil dibandingkan dengan Bluetooth klasik tapi dengan jangkauan konektifitas dan kapasitas payload transfer data yang sama.

Di pasaran device bluetooth sudah mulai umum yang mendukung protokol Bluetooth LE. Anda bisa mendapatkannya device yang mendukung BLE ini secara terpisah ataupun sudah ter-embed pada board development seperti pada Raspberry Pi 3, Samsung ARTIK, Intel Edison atau anda bisa juga memakai board lama seperti Arduino Uno dengan tambahan BLE shield, Raspberry Pi dengan tambahan Bluetooth 4.0 USB dongle dan lain-lain.

Infrared Data Association (IrDA)

IrDA adalah organisasi internasioanl yang menciptakan dan mempromosi standard interoperabilitas dengan harga yang murah yaitu infrared data interconnection. IrDA sudah memiliki kumpulan protokol data transfer. Saat ini adapter IrD dapat support untuk serial dan parallel. Beberapa fitur penting IrDA antara lain
* Jangkauan hingga 1 meter atau dapat diperluas sepanjang 2 meter.
* Komunikasi berbasis Bidirectional
* Data transmisinya mulai dari 9600 bps hingga ada sampai 4 Mbps
* Data packet diproteksi dengan Cyclic Redundancy Check (CRC) contohnya CRC-16 untuk IrDA kecepatan sampai 1.152 Mbps dan CRC-32 pada 4 Mbps

WiFi

Wifi adalah singkatan dari Wireless Fidelity, mempunyai arti sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks – WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Koneksi wifi menggunakan sinyal radio frekuensi, frekuensi yang dipakai adalah 2.4GHz dan 5GHz. Secara teknis koneksi dengan menggunakan wifi memiliki kecepatan yang sangat tinggi namun daya jangkaunya sangat terbatas. Dengan koneksi wifi kita tidak hanya sekedar terkoneksi ke internet tapi juga bisa terkoneksi secara privat pada jaringan lokal dengan perangkat dan jenis gadget lain yang memiliki koneksi wifi, seperti Televisi (TV), printer, scanner , kamera digital, PC, laptop dan sebagainya. 

NFC

NFC adalah singkatan dari Near Field Communication yang intinya menciptakan komunikasi antar dua perangkat dengan cara menyinggungkan atau mendekatkan dua perangkat pada jarak hingga beberapa sentimeter saja. Fungsi NFC memungkinkan smartphone kita sebagai alat pembayaran, permainan multiplayer, atau berbagi musik, foto dan dokumen dengan lebih efisien. 

Share:

Minggu, 14 Mei 2017

Optimalisasi Database

Berikut merupakan beberapa hal yang digunakan untuk mengoptimalkan kinerja dari database :

Memahami Normalisasi Database 
Normalisasi Database menghindari kesalahan laporan data dan double entri data.

Optimalisasi Index
Gunannya untuk meningkatkan proses pencarian. kita harus mengetahui field yang akan diindex karena tidak semua field memerlukan...Sistem pencarian dapat menggunakan index scan dan tabel scan...Apa itu index scan? suatu proses pencarian yang dilakukan dengan membaca pada file index tidak langsung pada tabel sedangkan pada tabel index proses pencarian dilakukan langsung pada tabel database record per record lalu apakah index scan lebih cepat dalam proses pencariann? Belum tentu juga untuk data yang sedikit dan menmpilkan data secara keseluruhan tabel index bisa dibilang paling efektif namun jika untuk pencarian record denga data yang besar pada field tertentu, index scan merupakan cara yang paling efektif karena dapat mengurangi pembacaan I/O sehingga menghasilkan kinerja yang lebih cepat. I/O)Input/Output).
Sebagai patokan gunakan field yang sering diakses dengan klausa WHERE, JOIN, ORDER BY, GROUP BY.

Menentukan Tipe Data
Apakah menggunakan tipe data yang kecil atau yang besar, dengan seiring bertambahnya data setiap harinya. Penentuan tipe data memerlukan ketelitian dan analisis data yang dibutuhkan

Kurangi Penggunaan Allow Null
Jika memungkinkan ya kurangi field yang memperbolehkan inlai null. Sebaiknya kita memberikan nilai default pada field tersebut misal 0 nilai default untuk angka awal yang tidak diisi. nilai Null kadang rancu dalam pemrograman bahkan dapat mengakibatkan kesalahan logika

Query Yang Mudah Dibaca
SQL memang merupakan bahas declarative, tidak mengherankan memang kita menulis Query dalam bentuk kalimat yang panjang, walaupun hanya untuk menmbahkan 1 field Sebaiknya ini dihindari penulisan Query yang panjang dalam satu kalimat selain nantinya kesusahan dalam memahami dan melakukan modifikasi cara tersebut kadang mebuat program untuk membaca perintah dari skrip. Pemilihan huruf besar dan kecil dpt mempermudah pembacaan misal: konsisten menuliskan dengan huruf kapital untuk keyword SQL, dan tambahkan komentar jika diperlukan untuk memudahkan identifikasi

Hindari SELECT*
Select merupakan keuword yang paling sering digunakan, tapi ingat yang banyak menggunakan SELECT *  yang berarti perintah mengakses field secara keseluruhan dalam suatu tabel, jika hanya ingin mengakses field tertentu saja gunakan Query SELECT Nama Field, hal ini akan mengurangi bebar jaringan dan Lock pada tabel, terutama dalam tabel tersebut memiliki field berukuran besar...

Batasi ORDER BY
Perintah ORDER BY berfungsi untuk mengurutkan data. ternyata memiliki konsekuensi menambah beban Query karena menambah satu proses lagi yaitu sortir. Gunakan ORDER BY jika memang benar2 diperlukan dalam program. Atau untuk lebih baiknya dapat juga melakukan proses sortir pada komponen grid sesuai kebutuhan pengguna...

Kecepatan Akses Operator
WHERE 1=1 dan WHERE 0<>1 merupakan suatu kondisi yang sama menghasilkan nilai true, tapi lebih baik menggunakan WHERE 1=1, karena operator = diproses lebih cepat dibanding operator <>, berikut urutan operator yang diproses paling cepat:
-  =
-  >, >=, <, <=
-  LIKE
-  <>
NB: Tidak semua operator dapat disamakan dari urutan diatas tapi utamakan menggunakan operator dengan pengaksesan cepat.

Menyimpan Gambar dalam Database
Jika ingin menyimpan gambar dalam database untuk keaman data, tidak menjadi masalah, tetapi yang perlu di ingat bahwa ukuran gambar relatif besar dari pada data dalam bentuk teks atau angka, jadi akan membuat ukuran besar, beban database akan semakin besar, hal ini akanmembuat proses backup dan migrasi semakin sulit untuk dilakukan. Jika ingin menyimpan gambar sebaiknya berupa link dari gambar tersebut...

Pengukuran Kinerja
ada baiknya jika dilakukan pengukuran kinerja Query , seberapa cepat waktu eksekusi dan operasi apa saja yang dilakukan. Jika menemukan Query yang tidak OPTIMAL tulis ulang Query denga teknik dan metode yang lenih baik. Semakin banyak Query yang diOPTIMALKAN semakin baik kerja programnya. terutama Query dengan pemakaian yang relatif tinggi.

Validasi
Teknik validasi merupakan teknik dimana dimana memberikan batasan-batasan akses dalam sebuah program. Silahkan cari kelemahan program dan berikan validasi untuk melindungi program dari kemungkinan penggunaan user yang dapat menyebabkan program error, karena tidak sesuai dengan standar penggunaan yang sudah dibuat

Gambaran Optimalisasi Database, terkait dengan hal sebagai berikut:
a. Storage efficiency and speed of access (Efisiensi penyimpanan dan kecepatan akses), yaitu kemampuan untuk menyimpan dan mengelola data yang mengkonsumsi sedikitnya jumlah ruang dengan sedikit sehingga dapat mengurangi kompleksitas data dan membatasi risiko.

b. Database performance (Kinerja database) adalah aktivitas dan prosedur yang dirancang untuk mempercepat respon sistem database, tujuannya untuk mengeksekusi query secepat mungkin.

c. Query performance (Kinerja Query)adalah aktivitas yang dilakukan untuk mempermudah indexing dan mencari struktur data yang diminta dari user / pengguna yang akan memerintah database ataupun mengeluarkan struktur data yang akan ditampilkan


Database performance adalah
Sumber: Optimalisasi Database
Share:

Minggu, 19 Maret 2017

Contoh ERD dan Perintah DDL


Assalamualaikum wr. wb. dalam postingan kali ini saya akan memberikan tutorial mengenai pembuatan create table dalam oracle seperti yang telah saya dapatkan dari dosen desain basis data saya di matakuliah pertemuan 5 kemarin, oke langsung saja.

Panduan Membuat Table dalam Oracle

Di bawah ini adalah panduan dasar membuat table di database Oracle:

Gunakan nama yang jelas dan desktiptif untuk setiap table dan kolom.
Gunakan Komentar untuk table kolom yang mempunyai arti tertentu.
Normalisasi setiap table.
Gunakan tipe data yang sesuai dengan kolom.

Sintak Dasar DDL - Create Table

Untuk membuat table di database Oracle diperlukan hak akses/privilege CREATE TABLE atau CREATE ANY TABLE. Kalau user/schema tersebut tidak mempunyai privilege diatas, maka akan keluar error "insufficient privileges".

Untuk memberikan hak akses CREATE TABLE, anda bisa menggunakan perintah di bawah ini dengan menggunakan user SYS atau SYSTEM:
1GRANT CREATE TABLE To nama_user;

Langkah selanjutnya, anda tinggal membuat table sesuai dengan kebutuhan. Dibawah ini adalah sintak dasar untuk membuau table di database Oracle.
1CREATE TABLE nama_skema.nama_table (
2         kolom_1 tipe_data [null not null],
3         kolom_2 tipe_data [null not null],
4         kolom_n tipe_data [null not null]
5     );

Contoh


Diketahui ERD PDM di atas, berikan perintah SQL untuk Create table MHS.
  • Untuk membuat table di Oracle, ada beberapa langkah yang harus dilakukan yaitu:


    Login ke database oracle

    Silahkan anda login ke database Oracle menggunakan user yang telah anda buat menggunakan perintah di bawah ini pada SQLPlus command prompt.

    1conn (username_anda)/(password_anda)

  • Buat Table
    Sebagai contoh, kita buat table MHS dengan dengan spesifikasi berikut:
    Kolom
    Tipe Data
    Length
    nim
    number
    11
    nama
    varchar2
    30
    jurusan
    varchar2
    5

    Anda bisa membuat table diatas dengan menggunakan perintah dibawah ini pada SQLPlus . 

    1CREATE TABLE akademik.mhs(
    2    nim number(11),
    3    nama varchar2(30),
    4    jurusan varchar2(30)
    5);

Sekian dari postingan kali ini.

Salam, {16410100084, Ramadhany Krismaliq Sjamdra}
Email Mahasiswa : {16410100084@stikom.edu}
Prodi S1 Sistem Informasi
http://si.stikom.edu

Dosen : Titik Lusiani, M.Kom,OCP
http://blog.stikom.edu/lusiani
https://titiklusiani.wordpress.com
http://www.stikom.surabaya
Share: